Sekda Palembang Tinjau Langsung Posko Nataru, 300 Personel Gabungan Dikerahkan
“Personel ini bekerja dengan sistem dua shift, mulai pagi, siang, hingga malam hari sampai pukul 22.00 WIB. Pola ini diterapkan agar pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal sepanjang hari,” ungkapnya.
Menariknya, dalam peninjauan tersebut Sekda Aprizal Hasyim turun langsung ke lapangan tanpa pengawalan. Hal ini, menurutnya, dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan serta kesiapan petugas dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Peninjauan ini kami lakukan secara langsung agar seluruh rangkaian aktivitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Oleh karena itu, kami bersama Forkopimda dan OPD terkait terus melakukan pemantauan ke lapangan,” ujarnya.
Selama masa libur Nataru, arus keluar-masuk Kota Palembang diprediksi mengalami peningkatan signifikan, khususnya di titik-titik perbatasan kota, pusat transportasi, serta kawasan wisata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas maupun gangguan keamanan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Pengawasan dilakukan secara bergilir di setiap pos. Ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, serta memastikan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman,” tambah Sekda.
Dengan kesiapan personel, posko pengamanan, serta sinergi antarinstansi, Pemerintah Kota Palembang berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan lancar tanpa gangguan berarti, serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.


