Sekda Sumsel Edward Candra, Buka Pelatihan Pengolahan Produk Turunan Mangrove dan Silvofishery
Ke depan, Pemerintah Provinsi Sumsel tidak hanya ingin melihat mangrove tumbuh dan terjaga, tetapi juga memastikan masyarakat di sekitarnya memperoleh manfaat ekonomi yang nyata. Dengan demikian, mangrove dapat menjadi sumber penghidupan berkelanjutan, bukan lagi objek eksploitasi yang merusak.
Melalui wadah Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), Pemprov Sumsel terus mendorong sinergi multipihak antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu kerangka pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Sekda berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun model pengelolaan mangrove berbasis masyarakat yang didukung inovasi, memiliki akses pasar, serta terhubung dengan skema pendanaan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BPDAS Musi sekaligus Ketua Tim Kerja KKMD Sumsel, Kuswantoro, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan penguatan ekosistem mangrove ini akan berlangsung selama tiga hari.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam mengelola produk turunan mangrove, mendorong pengembangan wilayah pesisir yang ramah lingkungan, serta memperkuat peran masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan mangrove.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi mangrove serta mendorong masyarakat pesisir di Sumsel untuk mengembangkan berbagai produk turunan mangrove yang bernilai jual.
“Kami berharap pelatihan ini dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan oleh semua pihak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tutupnya.(YL)


