Sekda Sumsel Pimpin Apel Penutup 2025, Tegaskan Komitmen ASN Sambut Tahun 2026
Menurutnya, berbagai capaian berhasil diraih Pemerintah Provinsi Sumsel sepanjang tahun 2025. Sumsel tercatat sebagai salah satu provinsi yang konsisten meraih penghargaan nasional, antara lain...
Menurutnya, berbagai capaian berhasil diraih Pemerintah Provinsi Sumsel sepanjang tahun 2025. Sumsel tercatat sebagai salah satu provinsi yang konsisten meraih penghargaan nasional, antara lain sebagai daerah terbaik dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Selain itu, Sumsel juga menempati peringkat empat nasional dalam perencanaan pembangunan dan menjadi provinsi unggulan dalam keterbukaan informasi publik.
“Atas berbagai keberhasilan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel mengucapkan terima kasih, khususnya kepada jajaran Sekretariat Daerah. Peran Sekda dan seluruh biro ibarat dapur tempat memasak. Meski tidak selalu terlihat langsung, kontribusi semua pihak sangat menentukan keberhasilan tersebut,” tegasnya.
Namun demikian, Edward Candra menegaskan pesan Gubernur bahwa di balik capaian tersebut masih terdapat kekurangan dan sejumlah target yang belum sepenuhnya tercapai. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terhadap perjanjian kinerja dan rencana strategis (Renstra) masing-masing OPD.
Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi berbagai hambatan, memperbaiki kekurangan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan agar kinerja pemerintahan pada tahun 2026 dapat lebih optimal dan tepat sasaran.
Menjelang pergantian tahun, Gubernur melalui Sekda kembali menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Menurutnya, kinerja yang baik selalu diawali dari disiplin, yang tercermin melalui sikap, perilaku, kerapian berpakaian, serta kehadiran dan ketertiban dalam apel.
“Tahun baru tidak perlu dirayakan dengan hura-hura dan euforia. Rayakanlah secara sederhana dengan doa. Tidak ada pesta kembang api sebagai bentuk solidaritas dan empati kita kepada saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana,” pungkasnya.


