SKK Migas Gelar Kuliah Umum di Unsri, 700 Mahasiswa Didorong Siap Hadapi Industri Energi

Luky menjelaskan bahwa pengelolaan industri hulu migas berada dalam kendali negara, sedangkan kegiatan operasionalnya dilaksanakan oleh KKKS.
“Pengelolaan industri hulu migas masih dalam kendali negara sementara operasional dilakukan oleh KKKS, target yang dititipkan kepada kami membutuhkan kolaborasi dan sinergi antar semua pihak,” ungkap Luky.
Ia menegaskan, keberadaan industri hulu migas tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional produksi migas, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Tidak hanya fokus pada kegiatan operasional, tapi industri hulu migas juga memberikan efek berganda bagi masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat dapat merasakan langsung efek adanya kegiatan hulu migas di sekitar mereka,” lanjutnya.
Luky menambahkan, kolaborasi yang disiplin, terstruktur dan berorientasi pada hasil menjadi salah satu kunci dalam mencapai ketahanan energi, mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Dalam sesi tanya jawab, peserta juga menggali informasi mengenai peluang berkarier di industri migas. Menanggapi hal tersebut, Luky yang telah lebih dari 20 tahun berkecimpung di sektor migas dan energi memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mendalami ilmu yang dipelajari selama masa perkuliahan.
Menurutnya, generasi muda saat ini akan menjadi bagian penting dalam mengisi dan melanjutkan keberlangsungan industri migas Indonesia pada masa mendatang.
“Migas ini membutuhkan SDM multi disiplin, hampir semua keilmuan ada di industri ini, sehingga tidak berfokus kepada satu keilmuan saja,” jelas Luky.
Ia pun mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan talenta, ilmu pengetahuan serta inovasi sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri di masa depan.
Rangkaian paparan dan diskusi yang dimoderatori Senior Manager PEP Prabumulih Field, M. Lutfi, berlangsung interaktif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., serta Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto.
Melalui kuliah umum tersebut, SKK Migas dan KKKS Wilayah Sumatera Selatan berharap mahasiswa tidak hanya mengenal lebih dekat industri hulu migas, tetapi juga memahami pentingnya kepemimpinan, kolaborasi, penguasaan teknologi serta wawasan geopolitik energi dalam menghadapi kebutuhan industri di masa mendatang.(YL)














