Teddy Andrian: Gangguan Distribusi Air di Palembang Tak Hanya Disebabkan Kerusakan Pipa

“Kami diberi target untuk mempercepat peningkatan cakupan layanan. Dalam 100 hari kerja, kami akan fokus pada langkah-langkah strategis untuk memperluas pelayanan,” ungkapnya.
Untuk mencapai target layanan 100 persen, Teddy mengakui dibutuhkan pendanaan yang tidak sedikit, yakni mencapai ratusan miliar rupiah. Oleh karena itu, pihaknya membuka peluang kerja sama investasi dengan berbagai pihak eksternal.
Selain itu, peningkatan kapasitas produksi air juga menjadi prioritas. Saat ini masih terdapat wilayah yang hanya mendapatkan aliran air selama 4 jam per hari.
“Jangan sampai kita menambah pelanggan baru, tetapi justru menurunkan kualitas layanan pelanggan lama. Target kami adalah meningkatkan pelayanan hingga bisa 24 jam,” tegasnya.
Di sisi lain, Perumda Tirta Musi juga berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi kinerja perusahaan. Target PAD bahkan diharapkan dapat meningkat hingga dua kali lipat.
Namun demikian, Teddy mengakui tantangan dalam penagihan rekening air masih cukup besar. Ia menyebut masih banyak pelanggan yang tidak tertib membayar tagihan.
“Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk media, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar tagihan air tepat waktu. Karena jika penagihan tidak optimal, akan berdampak pada operasional perusahaan,” jelasnya.
Saat ini, dari total sekitar 1,8 juta penduduk Kota Palembang, sebanyak 1,5 juta jiwa telah terlayani melalui sekitar 320 ribu sambungan pelanggan.
Ke depan, Perumda Tirta Musi akan fokus pada perbaikan jaringan pipa lama, pembangunan jaringan baru, serta kajian kerja sama dengan pihak ketiga guna mempercepat pencapaian target layanan 100 persen.(YL)














