Wujudkan Inklusi Keuangan Tanpa Batas, Bank Sumsel Babel dan OJK Hadirkan Layanan Ramah Disabilitas
Tito menegaskan komitmen OJK dalam mendorong lembaga jasa keuangan untuk menghadirkan layanan yang inklusif, baik secara fisik maupun digital.
Hal ini sejalan dengan penerapan pedoman SETARA (Sarana Ekonomi Tangguh dan Ramah) sebagai acuan dalam membangun ekosistem keuangan yang adil dan berkelanjutan.
Sesi testimoni dari perwakilan komunitas penyandang disabilitas menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini.
Peserta menyampaikan pengalaman positif atas kemudahan akses layanan di BSB, mulai dari fasilitas gedung yang ramah disabilitas, layanan ATM bagi tunanetra, hingga penyederhanaan prosedur administrasi melalui alternatif pengganti tanda tangan.
Kegiatan dilanjutkan dengan showcasing layanan dan simulasi transaksi yang menggambarkan alur layanan (customer journey) nasabah penyandang disabilitas secara menyeluruh. Mulai dari kedatangan di area parkir, pendampingan oleh petugas, pemanfaatan layanan prioritas tanpa antre, hingga penyelesaian transaksi di frontliner (teller dan customer service).
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong inklusi ekonomi.
“Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan lebih merata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bank Sumsel Babel berharap dapat mendorong peningkatan standar layanan yang inklusif dan berorientasi pada nilai kemanusiaan, tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga di berbagai sektor lainnya di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.(YL)


