Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Pemkot Siagakan Puskesmas dan Damkar Antisipasi ISPA

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran dan dampak buruk kualitas udara bagi kesehatan masyarakat.
Pemkot Palembang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi kondisi tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, jajaran kecamatan dan kelurahan hingga fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Langkah ini dilakukan agar setiap laporan kebakaran maupun keluhan kesehatan masyarakat dapat ditangani lebih cepat apabila kondisi kabut asap Palembang semakin memburuk.
Munculnya kabut asap tidak hanya menjadi perhatian karena mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga. Paparan asap juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Kondisi kabut asap Palembang turut dikaitkan dengan tingginya aktivitas titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah sekitar kota.
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena asap dari wilayah tersebut berpotensi terbawa angin menuju Kota Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pemerintah tidak dapat mengendalikan arah angin yang membawa asap. Karena itu, langkah yang bisa dilakukan adalah memperkuat penanganan terhadap sumber-sumber kebakaran yang berada di dalam wilayah kota.
“Saya tidak bisa mengatur arah angin. Namun, fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan di area Palembang berjalan maksimal serta mengendalikan setiap potensi kebakaran lokal,” kata Ratu Dewa.
Menurut Ratu Dewa, potensi kebakaran harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar. Pencegahan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menghindari munculnya sumber asap baru di wilayah Palembang.
Selain mengantisipasi kebakaran, Pemkot Palembang memberikan perhatian terhadap dampak kabut asap terhadap kesehatan warga.
Seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya masyarakat yang mengalami keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kesiapan fasilitas kesehatan diperlukan agar warga yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar asap dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap kualitas udara buruk, juga diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan.
Di sektor penanganan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bersama BPBD Kota Palembang memperkuat kesiapan personel dan armada.
Armada pemadam disiagakan sehingga dapat segera bergerak apabila menerima laporan kebakaran lahan, semak belukar atau lokasi lain yang berpotensi menghasilkan asap.
Pengawasan juga diperkuat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan Babinsa serta Bhabinkamtibmas untuk mencegah munculnya kebakaran akibat aktivitas masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah.
Pemkot Palembang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan. Selain berisiko memicu kebakaran, asap yang dihasilkan dapat memperburuk kualitas udara ketika kondisi kabut asap sedang terjadi.
Di tengah kondisi kabut asap Palembang, masyarakat juga diminta ikut membantu menjaga kualitas udara dengan tidak menciptakan sumber asap baru.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan yang tidak kunjung membaik.
Pemkot Palembang menegaskan bahwa penanganan kabut asap membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah menyiapkan petugas dan fasilitas, sementara masyarakat diharapkan ikut mencegah kebakaran serta menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Dengan penguatan koordinasi antara petugas lapangan, fasilitas kesehatan, pemerintah di tingkat wilayah dan masyarakat, Pemkot Palembang berupaya menekan dampak kabut asap sekaligus mencegah munculnya sumber asap baru dari dalam kota.(YL)








