Seru! Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya Berlangsung di Jakabaring

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Persaingan sengit mewarnai babak penyisihan Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya yang digelar di perairan Danau Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/10/2026). Setiap tim tampil penuh semangat dengan mengandalkan kekompakan dan kekuatan kayuhan untuk merebut tiket menuju babak selanjutnya.
Suasana perlombaan semakin menarik ketika perahu-perahu bidar melaju di lintasan. Para pengayuh berusaha menjaga irama gerakan agar perahu dapat melaju optimal, sementara persaingan antartim berlangsung dengan mengedepankan strategi dan koordinasi.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, petugas pengawas disiagakan di sekitar lintasan. Sejumlah perahu pendukung juga berada di kawasan perlombaan guna membantu memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman.
Dalam lomba bidar tradisional ini, kekompakan menjadi salah satu faktor penting bagi setiap tim. Seluruh pengayuh harus menyelaraskan gerakan dan mempertahankan ritme kayuhan agar mampu menghadapi persaingan dengan tim lainnya.
Babak penyisihan menjadi tahapan penting bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur kekuatan lawan. Hasil perlombaan pada tahap ini menentukan langkah setiap tim dalam melanjutkan perjuangan memperebutkan Piala Pangdam II/Sriwijaya.
Namun, Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya bukan sekadar ajang adu kecepatan di atas air. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya melestarikan olahraga tradisional yang memiliki nilai sejarah dan telah lama menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Sumatera Selatan.
Bidar dikenal sebagai salah satu warisan budaya daerah yang mencerminkan semangat kebersamaan, disiplin, kerja sama, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut terlihat dari upaya para pengayuh menyatukan tenaga demi mencapai garis akhir dengan hasil terbaik.
Penyelenggaraan lomba di kawasan Jakabaring Sport City diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan melestarikan tradisi bidar. Dengan adanya kegiatan seperti ini, warisan budaya Sumatera Selatan diharapkan tetap hidup dan dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, perlombaan ini juga membuka ruang silaturahmi bagi para peserta dan masyarakat yang menyaksikan jalannya pertandingan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui aktivitas yang mengangkat kearifan lokal.
Semangat sportivitas, kekompakan, dan kebersamaan yang ditunjukkan para peserta menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya di Palembang.
Dengan demikian, lomba bidar tidak hanya menghadirkan persaingan yang menarik, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya daerah agar terus dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.(YL)







