Bikin Netizen Terhibur, Pengendara Motor di Palembang Pura-Pura Menangis Saat Dihentikan Polisi

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Aksi tak biasa seorang pengendara sepeda motor saat dihentikan anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Palembang menjadi perbincangan di media sosial. Pengendara yang kedapatan tidak memakai helm dan tidak memasang pelat nomor kendaraan itu justru duduk di pinggir jalan sambil berpura-pura menangis.
Momen tersebut terekam dalam video berdurasi 2 menit 57 detik yang diunggah melalui akun media sosial @lantas_palembang. Tingkah pengendara itu mengundang beragam reaksi warganet, mulai dari candaan hingga kritik mengenai kedisiplinan berlalu lintas.
Dalam rekaman tersebut, anggota Satlantas Polrestabes Palembang, Brigadir Robi Mailan Zani, terlihat sedang melaksanakan patroli rutin menggunakan sepeda motor.
Saat patroli berlangsung, Robi mendapati seorang pengendara yang tidak mengenakan helm. Selain pelanggaran tersebut, sepeda motor yang digunakan juga tidak dilengkapi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) atau pelat nomor polisi.
Petugas kemudian menghentikan pengendara itu untuk menindaklanjuti pelanggaran yang ditemukan.
Namun, situasi justru menjadi perhatian ketika pengendara tersebut turun dari sepeda motornya, lalu duduk di tepi jalan sambil memperagakan ekspresi menangis.
Aksi itu membuat suasana pemeriksaan terlihat berbeda dari biasanya. Meski menghadapi tingkah pengendara yang tidak biasa, Brigadir Robi tetap bersikap tenang dan mengarahkan pengendara tersebut agar mengakui kesalahannya.
Dalam video yang beredar, pengendara itu akhirnya mendapat peringatan tanpa dikenai tilang.
Video pengendara motor yang berpura-pura menangis tersebut dengan cepat menarik perhatian pengguna media sosial. Kolom komentar pun dipenuhi tanggapan bernada humor yang menyoroti ekspresi pengendara saat berhadapan dengan polisi.
Salah satu komentar datang dari akun @al_farouq1301 yang menulis, “Teko banyu mato dk kluar, oleh kemarau.”
Dalam bahasa Palembang, komentar tersebut kurang lebih menyindir air mata yang tidak kunjung keluar karena sedang kemarau.








