3 Pelaku Pengeroyokan Maut di Depan Resto 40 Avenue Palembang Ditangkap, Korban Tewas Ditusuk

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Satreskrim Polrestabes Palembang menangkap tiga pria terkait kasus pengeroyokan maut di depan Resto 40 Avenue, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (8/10/2026) dini hari itu menewaskan Ahmad Miftahudin (22), warga Lampung Tengah, akibat luka tusuk di bagian dada.
Ketiga pria yang ditangkap masing-masing berinisial PW (22), RA (22), dan RD (18). Polisi mengamankan mereka di tiga lokasi berbeda setelah melakukan penyelidikan atas kasus pengeroyokan yang merenggut nyawa korban tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP M Jedi P mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai tindak kekerasan yang menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, tiga orang yang terlibat berhasil diamankan di tiga lokasi berbeda,” ujar Jedi, Selasa (13/10/2026).
Penangkapan dilakukan anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Palembang yang dipimpin Kasubnit Opsnal Ipda Popay.
PW ditangkap lebih dahulu di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan hingga berhasil mengamankan RA di kawasan Gandus, Palembang.
Pengejaran berlanjut ke kawasan Kertapati. Di lokasi tersebut, petugas menangkap RD yang juga berkaitan dengan kasus pengeroyokan maut di depan Resto 40 Avenue.
Ketiganya selanjutnya dibawa ke Polrestabes Palembang untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik masih mendalami peran masing-masing serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan tindak pidana lain.
Pengeroyokan maut di Palembang itu terjadi pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 03.50 WIB, tepatnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, depan Resto 40 Avenue, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil.
Sebelum kejadian, Ahmad Miftahudin bersama Noval dan seorang saksi berinisial NK sedang dalam perjalanan pulang. Ahmad berboncengan dengan NK menggunakan sepeda motor, sedangkan Noval mengendarai sepeda motor lain yang mengalami kerusakan dan ditarik menggunakan kendaraan korban bersama saksi.
Ketika melintas di lokasi kejadian, rombongan tersebut bertemu dengan sejumlah orang yang mengendarai beberapa sepeda motor. Dua orang yang berboncengan kemudian mendekati korban dan saksi sebelum melakukan penyerangan hingga mereka terjatuh.








