Festival Jajanan Bingen 2026, Dewi Sastrani Kenalkan Kuliner Tempo Dulu

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kekayaan kuliner tradisional Sumatera Selatan mendapat perhatian dalam Festival Jajanan Bingen 2026 yang digelar di OPI Mall Palembang. Berbagai makanan khas yang dahulu populer di tengah masyarakat kembali diperkenalkan, sekaligus menjadi upaya menjaga warisan kuliner agar tidak terlupakan oleh generasi muda.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut. Pemerintah Kota Palembang membawa sejumlah jajanan tradisional yang memiliki cita rasa khas dan menjadi bagian dari identitas kuliner daerah.
Beberapa makanan yang diperkenalkan di antaranya gulo palu, kipau, kumbu, serikaya, gunjing, serta berbagai kudapan tradisional lainnya.
Kehadiran jajanan tersebut menjadi daya tarik tersendiri di tengah maraknya makanan modern dan tren kuliner kekinian. Bagi Dewi, memperkenalkan kembali makanan tempo dulu merupakan langkah penting agar generasi muda tetap mengenal kekayaan budaya kuliner Palembang.
“Kota Palembang turut berpartisipasi dengan membawa berbagai jajanan khas daerah, di antaranya gulo palu, kipau, kumbu, serikaya, gunjing dan lain-lain,” ungkap Dewi.
Menurut Dewi, jajanan bingen atau makanan tradisional tempo dulu mempunyai keistimewaan yang tidak kalah dengan produk kuliner modern. Selain cita rasanya, makanan tersebut juga menyimpan nilai budaya dan kenangan yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Ia berharap anak-anak muda tidak hanya mengenal makanan yang sedang populer, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk mencicipi dan melestarikan kuliner warisan daerah.
“Ini sangat baik sekali untuk memperkenalkan jajanan bingen supaya anak-anak sekarang mengetahui jajanan zaman dulu. Jadi, mereka bisa mengenal, menikmati, dan menyukai makanan tradisional yang rasanya tidak kalah menarik dengan jajanan zaman sekarang,” jelasnya.
Salah satu kuliner yang menarik perhatian dalam Festival Jajanan Bingen 2026 adalah gulo palu. Jajanan bercita rasa manis ini memiliki keunikan, bukan hanya dari rasanya, tetapi juga dari proses pembuatannya yang membutuhkan ketelatenan.
Adonan gula harus diolah melalui proses penarikan, pemutaran, dan pengulenan secara berulang hingga mencapai tekstur yang diinginkan. Proses tersebut menjadi salah satu tradisi pembuatan jajanan yang menarik untuk dikenalkan kepada generasi sekarang.
Dewi pun mengajak masyarakat Palembang untuk mengunjungi Little Star OPI Mall dan melihat langsung beragam makanan tradisional yang ditampilkan dalam festival tersebut.





