Akhir Pelarian Pelaku Pembunuhan di OKU Selatan, Ditangkap Tanpa Perlawanan oleh Kepolisian
OKU SELATAN, SRIWIJAYA TERKINI.CO — Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polres OKU Selatan kembali membuktikan komitmennya dalam menuntaskan setiap tindak pidana berat yang meresahkan masyarakat.
Setelah melakukan penyelidikan panjang selama hampir dua tahun, penyidik akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku utama kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan.
Pelaku berinisial E (24) diamankan aparat kepolisian pada Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, di kediamannya di Desa Durian Sembilan, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan.
Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan setelah petugas memperoleh informasi akurat hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan secara berkesinambungan.
Kasus tersebut berawal dari penemuan jasad korban berinisial S (41) di pinggir jalan Desa Talang Way Balau, Desa Durian Sembilan, Kecamatan Buay Pemaca, pada Agustus 2024. Saat ditemukan warga, korban telah meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat senjata tajam pada bagian tubuhnya.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif oleh jajaran Polres OKU Selatan.
Sejak saat itu, penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi, alat bukti, serta melakukan pendalaman terhadap berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Titik terang pengungkapan kasus muncul setelah adanya koordinasi dan pertukaran informasi antara Satreskrim Polres OKU Selatan dan Satreskrim Polres OKU Timur.
Dari hasil pengembangan perkara lain yang ditangani Polres OKU Timur, penyidik memperoleh informasi penting yang mengarah kepada keterlibatan pelaku E dalam peristiwa pembunuhan tersebut.
Berbekal informasi tersebut, Kapolsek Buay Pemaca Ipda Redi Saputra bersama personel langsung melakukan serangkaian penyelidikan lanjutan dan memastikan keberadaan pelaku. Operasi penangkapan kemudian dilakukan secara cepat dan terukur hingga pelaku berhasil diamankan.
Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik mengungkap bahwa motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi dendam pribadi.
Pelaku mengaku sakit hati karena korban kerap mengeluarkan perkataan yang dianggap menghina dan menyinggung ibu kandungnya. Motif tersebut kemudian memicu aksi kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa korban.


