Budidaya Ikan ‘Karo Mamang’ Gerakkan Ekonomi Kelurahan Mangunjaya
“Harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan. Dengan adanya dukungan CSR dari PEP Ramba Field, diharapkan kegiatan serupa semakin banyak dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” kata Fitri.
Karo Mamang sesungguhnya juga tak hanya tentang ekonomi yang bergerak tapi juga jaring pengaman ketika panen gagal akibat banjir.
Selain itu, Karo Mamang juga diharapkan menjadi motor penggerak perubahan sosial untuk menjaga pelestarian lingkungan. Budidaya ikan ini dilakukan dengan menekan sekecil mungkin sampah atau limbah luaran.
Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement and Development (CID) PHR mengatakan keberhasilan di Mangunjaya terwujud berkat kerja keras ibu-ibu di KWT Pelangi serta dukungan para pemangku kepentingan.
“Program Karo Mamang kami jalankan melalui perencanaan dan pendampingan dari awal hingga tahap panen. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat Mangunjaya,” pungkasnya.
Keramba apung organik di Mangunjaya tak hanya tentang budidaya perikanan. Keramba-keramba itu menyimpan cerita soal keberanian untuk memulai dan belajar yang berbuah harapan untuk masyarakat dan lingkungan.
Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4
PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.


