Budidaya Ikan ‘Karo Mamang’ Gerakkan Ekonomi Kelurahan Mangunjaya
MUBA, SRIWIJAYA TERKINI.CO – Sore itu di Kelurahan Mangunjaya Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tampak berbeda. Warga berkumpul di pinggir keramba apung yang siap panen.
Ditemani rintik hujan yang menyejukkan, ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi siap memanen ikan dari keramba apung yang selama ini mereka rawat.
Bersama warga lainnya, ibu-ibu KWT Pelangi menebar jaring, menyambut ikan-ikan yang sudah berlompatan sejak pagi.
Tawa dan obrolan ringan mengalir di sela aktivitas panen ikan. Momen itu menjadi buah hasil kerja keras, kebersamaan, dan ketekunan warga Mangunjaya selama ini.
Sejak 2025, sebanyak 25 orang perempuan di KWT Pelangi di Kelurahan Mangunjaya melakukan budidaya ikan.
Budidaya ini merupakan program Pertamina EP (PEP) Ramba Field, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, yang dinamakan Karo Mamang (Keramba Apung Organik Ekonomi Mangunjaya).
Dari keramba, ekonomi warga Mangunjaya bergerak dengan hasil panen dan produk turunan yang menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Reni, salah seorang anggota KWT Pelangi, yang merasakan pergerakan ekonomi ini tak bisa menutupi kebahagiaannya sore itu.
Senang sekali melihat hasil panen hari ini. Berkat pendampingan dari PEP Ramba, kami jadi paham tentang perawatan hingga panen. Hasilnya mulai terasa untuk tambah-tambah penghasilan keluarga,” ucap Reni.
Apresiasi atas kegigihan ibu-ibu KWT Pelangi dan dukungan PEP Ramba Field datang dari Lurah Mangunjaya Fitriya. Ia melihat panen ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.


