Bukan Sekedar Memperindah Tampilan Fisik, Program Beautifikasi Upaya Perkuat Konsep Filosofis Palembang
Kawasan-kawasan ini dinilai memiliki nilai strategis karena menjadi pintu masuk, jalur utama mobilitas warga, sekaligus etalase kota bagi para pendatang.
Dalam diskusi yang berlangsung intens, Wali Kota Ratu Dewa juga meminta setiap rekanan dan pengembang memaparkan rencana secara komprehensif—mulai dari konsep desain arsitektural, estimasi anggaran, tahapan pengerjaan, hingga analisis dampak jangka panjang terhadap tata ruang dan lingkungan.
“Bangunan dan ruang publik yang kita hadirkan harus memiliki makna yang kuat. Ada filosofi, ada nilai sejarah, dan ada identitas Palembang di dalamnya,” ujar Dewa.
Beberapa DED bahkan diminta untuk direvisi agar lebih selaras dengan visi pembangunan kota yang berkarakter dan berkelanjutan.
Revisi tersebut mencakup penguatan unsur lokalitas dalam desain, harmonisasi lanskap dengan struktur eksisting, serta penyesuaian skala agar tetap proporsional dengan konteks ruang kota.
Langkah ini menunjukkan bahwa Pemkot Palembang tidak ingin terjebak pada pembangunan yang bersifat kosmetik atau sesaat, melainkan menghadirkan transformasi visual yang sistematis dan berdampak jangka panjang.
Membangun citra Citra kota bersejarah yang modern, lanjut Dewa, merupakan bagian integral dari strategi besar penguatan city branding Palembang.
Sebagai kota yang memiliki jejak sejarah panjang sejak era Sriwijaya, Palembang dituntut mampu memadukan warisan masa lalu dengan dinamika perkotaan modern.
Penataan ruang publik yang tertata, bersih, hijau, dan representatif akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata.


