Capaian Gemilang, Dua Pengeboran Sumur Berhasil Tambah Produksi PEP Zona 4
Sumur TLJ-261 akan diproduksikan dengan pengontrol laju aliran bukaan 9 mm sehingga produksi regular yang berjalan sebesar 707 BOPD.
Laju produksi tersebut disesuaikan dengan strategi pengelolaan reservoir guna menjaga keberlanjutan produksi dan kinerja sumur secara optimal setelah pelaksanaan initial flow test.
Keberhasilan di Sumur TLJ-261 membuka peluang bagi PEP Zona 4 untuk melanjutkan pengembangan lapangan di area kompartemen Talang Jimar Barat.
Optimisme tersebut bersamaan dengan keberhasilan pengembangan Sumur GNK-113 yang juga berada di wilayah PEP Prabumulih Field, tepatnya di Struktur Gunung Kemala sektor III.
Melalui initial flow test pada Minggu (31/5/2026), PEP Zona 4 mencatat potensi produksi minyak sumur tersebut mencapai 1.658 BOPD dan gas 1,453 MMSCFD.
Pengeboran GNK-113 merupakan sumur infill dari pengembangan lanjutan di area Gunung Kemala. Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan lapangan Gunung Kemala di area bagian utara pada kompartemen sektor III dan step out bagian timur.
”Capaian pada Sumur TLJ-261 dan GNK-113 semakin memperkuat keyakinan kami terhadap potensi pengembangan lanjutan (new area development) di area Talang Jimar maupun Gunung Kemala. Pada 2027 mendatang, PEP Zona 4 berencana melanjutkan pengeboran sumur dengan metode step out/interfield maupun infill sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi reservoir di wilayah tersebut,” ujar Sr. Manager SSDP PEP Zona 4 Reza Nur Ardianto.
Keberhasilan pengeboran sumur migas untuk mendukung ketahanan energi nasional tak hanya berkat kinerja Pertamina EP Zona 4, namun juga berkat dukungan pemerintah setempat dan masyarakat. Karenanya, setiap pengeboran dilakukan sosialisasi.
PEP Prabumulih Field melaksanakan sosialisasi pengeboran Sumur TLJ-A38 pada 10 Maret 2026 di Kantor Lurah Sukaraja. Kegiatan itu dihadiri oleh Lurah Sukaraja Andriansyah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Sukaraja.


