Capital Market Summit & Expo 2026 Resmi Dibuka, Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta

Tidak hanya menghadirkan seminar dan diskusi, Capital Market Summit & Expo 2026 juga menyediakan area pameran yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pelaku industri pasar modal.
Sebanyak 88 booth yang diisi lebih dari 100 tenant hadir dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari OJK, SRO beserta anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual reksa dana, perusahaan tercatat, hingga asosiasi pasar modal.
Pameran ini juga melibatkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, perusahaan binaan IDX Incubator, serta berbagai pihak yang bergerak di industri pasar modal.
Kehadiran berbagai peserta tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memperoleh informasi langsung mengenai produk, layanan, dan perkembangan investasi di Indonesia.
Ini Agenda CMSE 2026 Selama Tiga Hari
Selama penyelenggaraan, BEI menyiapkan berbagai agenda edukasi yang membahas perkembangan ekonomi, perencanaan keuangan, hingga inovasi instrumen investasi.
Pada hari pertama, Kamis (5/11/2026), kegiatan diawali dengan Opening Ceremony, penganugerahan Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.
Selanjutnya, pada Jumat (6/11/2026), agenda CMSE 2026 meliputi peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI). Pengunjung juga dapat mengikuti sesi edukasi mengenai perencanaan keuangan, pilihan instrumen investasi, dan pasar modal syariah.
Sementara itu, hari ketiga, Sabtu (7/11/2026), akan diisi pembahasan Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam industri keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.
Melalui CMSE 2026 dan rangkaian Road to CMSE 2026 yang telah dilaksanakan sebelumnya, BEI berharap semakin banyak masyarakat memiliki pemahaman yang memadai sebelum memasuki pasar modal.
Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga memperkuat kontribusi pasar modal dalam mendukung pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi nasional.(YL)






