Ditpolairud Polda Sumsel Inovatif Olah Eceng Gondok Jadi Pupuk Organik Bernilai Ekonomis
“Pupuk ini sudah kami uji coba pada petani mitra binaan Polri, dan hasilnya cukup menjanjikan. Tanaman tumbuh lebih sehat, dan struktur tanah tetap terjaga,” jelasnya. Selama ini, eceng gondok...
“Pupuk ini sudah kami uji coba pada petani mitra binaan Polri, dan hasilnya cukup menjanjikan. Tanaman tumbuh lebih sehat, dan struktur tanah tetap terjaga,” jelasnya.
Selama ini, eceng gondok dikenal sebagai tanaman pengganggu yang dapat merusak ekosistem perairan, menghambat aliran air, dan menurunkan kualitas lingkungan. Namun, melalui inovasi ini, eceng gondok justru memiliki nilai ekonomis baru.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa batang dan daun eceng gondok mengandung unsur kalium dan zinc yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Ditpolairud Polda Sumsel memanfaatkan eceng gondok yang melimpah di sejumlah perairan, salah satunya di kawasan Pangkalan Sandar Upang, Kabupaten Banyuasin.
Tanaman tersebut diolah menjadi pupuk kompos maupun pupuk organik cair (POC). Proses pembuatannya pun relatif sederhana, dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga yang difermentasi, sehingga mudah diaplikasikan oleh petani secara mandiri.
Inovasi ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk anggota Komisi IV DPR RI. Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menilai langkah yang dilakukan Ditpolairud Polda Sumsel sebagai solusi cerdas yang mampu mengatasi persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ini adalah terobosan yang mengubah masalah ekosistem menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Jika dikembangkan secara masif, ini bisa menjadi solusi nasional,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan berbasis ilmiah, Ditpolairud Polda Sumsel juga menggandeng Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk melakukan pengujian lebih lanjut terkait efektivitas dan kandungan pupuk organik eceng gondok tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model pertanian berkelanjutan sekaligus solusi pengendalian gulma perairan di Sumatera Selatan.(Yulie)



Leave a Reply