Empat Kali Operasi dalam Setahun, Anak Kotimah Terbantu Program JKN

“Saat di IGD, saya lupa membawa kartu JKN. Saya hanya membawa KTP dan KK. Alhamdulillah, hal itu tidak menjadi kendala dan anak saya langsung ditangani dengan cepat. Saya merasa terbantu karena dalam situasi seperti itu, yang paling saya harapkan adalah anak segera mendapat pertolongan,” tuturnya.
Pengalaman tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa peserta JKN dapat menggunakan NIK pada KTP sebagai salah satu identitas untuk membantu proses verifikasi kepesertaan di fasilitas kesehatan. Karena itu, peserta tidak perlu panik apabila lupa membawa kartu fisik JKN, selama data kepesertaan dapat diverifikasi dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, peserta tetap diimbau memastikan status kepesertaan JKN aktif. Sementara dalam kondisi kegawatdaruratan, penanganan medis harus diprioritaskan sesuai kebutuhan klinis pasien.
Sebagai orang tua yang telah beberapa kali mendampingi anak menjalani operasi, Kotimah mengaku cukup puas dengan pelayanan kesehatan yang diterima selama ini.
Menurutnya, kecepatan penanganan dan kemudahan memperoleh pelayanan menjadi hal penting, terutama ketika keluarga menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan medis segera.
Ia berharap Program JKN terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan semakin meningkat.
“Sejauh ini, saya cukup puas dengan pelayanan yang kami terima. Harapan saya, ke depannya pelayanan bisa semakin baik, semakin bagus, dan masyarakat bisa terus mendapatkan penanganan yang cepat. Semoga JKN terus membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan, seperti yang kami alami saat ini,” ungkapnya.
Kisah Kotimah menjadi gambaran bagaimana perlindungan jaminan kesehatan dapat membantu keluarga menghadapi perjalanan pengobatan yang tidak selalu mudah. Di tengah perjuangan seorang ibu mendampingi anaknya untuk kembali pulih, kepastian pembiayaan kesehatan menjadi salah satu dukungan penting yang meringankan beban keluarga.(YL)








