Firdaus Hasbullah: Ulil Mustofa Bukan Kader Kaleng-Kaleng, Layak Pimpin HMI

“HMI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam konsolidasi organisasi, tetapi juga memiliki gagasan besar tentang masa depan Indonesia. Ketua Umum HMI harus mampu menjaga independensi organisasi, memperkuat tradisi intelektual, merawat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta memastikan HMI tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga berharap momentum pendeklarasian tersebut dapat menjadi ruang adu gagasan dan pertarungan intelektual yang sehat di antara seluruh kader HMI. Kontestasi kepemimpinan harus dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai independensi, persaudaraan, dan etika organisasi.
Sebagai Ketua MD KAHMI Kabupaten PALI, Firdaus menegaskan bahwa KAHMI memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendorong lahirnya generasi pemimpin HMI yang berkualitas.
“Kami di KAHMI tentu berharap semakin banyak kader terbaik yang berani mengambil tanggung jawab kepemimpinan. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, yang paling utama adalah bagaimana HMI tetap menjadi laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka intelektual, sekaligus rumah perjuangan bagi generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Firdaus berharap Ulil Mustofa dapat menjadikan momentum deklarasi ini sebagai awal dari perjuangan yang lebih besar, dengan menawarkan gagasan, visi, dan program konkret bagi masa depan HMI.
“Selamat berproses, adinda Ulil Mustofa. Jadikan kontestasi ini sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan jabatan. Sebab, kebesaran seorang pemimpin tidak hanya diukur dari posisi yang berhasil diraih, tetapi dari gagasan, keteladanan, dan kontribusi yang ditinggalkan bagi organisasi, umat, dan bangsa,” pungkasnya.(DHO)








