Gubernur Herman Deru Dorong UMKM Sumsel Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
Karena itu, akses permodalan harus diperluas dan diiringi dengan peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pengelolaan serta pengembangan modal usaha.
“Yang ketiga adalah memperluas akses pasar. Komunitas UMKM harus memiliki ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas. Lewat aplikasi Sumsel UMKM dan kegiatan seperti jambore, produk lokal bisa lebih mudah ditemukan konsumen,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani menilai kegiatan tersebut sangat inovatif.
“Selama ini jambore identik dengan Pramuka. Ternyata ini jambore untuk mendukung para Sultan Muda Sumsel,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia bahkan berjanji, jika Sumsel mampu menciptakan “Sultan Muda”, maka Banyuasin akan menciptakan “Toke Muda”.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena sudah memberikan ruang luas bagi kemajuan UMKM,” tambahnya.
Ketua Forketas Sri Rahayu melaporkan, jambore kali ini diikuti 108 tenant UMKM dari berbagai daerah di Sumsel.
Mereka memamerkan beragam produk, mulai dari makanan, kerajinan, hingga jasa kreatif.
Melalui peluncuran aplikasi baru dan semangat kolaborasi tersebut, Herman Deru optimistis UMKM Sumsel tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi tulang punggung perekonomian daerah.(YL)


