Gubernur Sumsel Herman Deru Apresiasi Rumah Tahfidz Tuli Pertama di Sumatera di Palembang

Ia menyebutkan, memasuki tahun keempat pelaksanaan program tersebut, jumlah rumah tahfidz di Sumatera Selatan telah mencapai sekitar 5.000. Menurutnya, capaian itu bukan hanya prestasi pemerintah atau pencetus program, melainkan hasil kerja para penggiat dan masyarakat yang secara konsisten menghidupkan kegiatan belajar Al-Qur’an.
“Tahun keempat rumah tahfidz itu mencapai 5.000. Ini bukan hanya prestasi pencetus, tetapi juga para penggiat. Tantangan kita saat itu adalah penyebaran para qari dan qariah,” jelasnya.
Karena itu, Herman Deru menyambut baik hadirnya Rumah Tahfidz Al-Qur’an khusus penyandang disabilitas tuli. Ia berharap tempat tersebut tidak hanya menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi saudara-saudara penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan keagamaan mereka.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat. Mudah-mudahan tempat ini menjadi episentrum kegiatan keagamaan bagi saudara-saudara disabilitas, khususnya kaum tuli,” ungkapnya.
Sementara itu, Owner Privilage Palembang, Ryoga Nugraha, mengatakan keberadaan Rumah Tahfidz Tuli tersebut merupakan yang kedua di Indonesia dan pertama di Sumatera.
Ryoga berharap keberadaan rumah tahfidz ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan akses pembelajaran Al-Qur’an yang setara bagi penyandang disabilitas tuli. Dengan metode pembelajaran yang disesuaikan, para peserta didik tuli dapat memperoleh kesempatan untuk belajar, memahami, dan menghafal Al-Qur’an.
“Ini juga menjadi bentuk nyata untuk menghadirkan pendidikan keagamaan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.(YL)














