Herman Deru Tancap Gas Percepat Listrik Masuk Desa, Bersinergi dengan Kementerian Kehutanan dan PLN

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Planologi Kehutanan Ade Triajikusumah menegaskan bahwa Kementerian Kehutanan membuka ruang seluas-luasnya untuk memproses perizinan yang diperlukan guna mendukung percepatan program tersebut.
“Pada prinsipnya Kementerian Kehutanan terbuka. Silakan ajukan dengan mekanisme yang sesuai. Kami akan proses secepat-cepatnya,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyambut baik fasilitasi yang diberikan dalam percepatan program Lisdes tersebut. Ia menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti arahan teknis, termasuk menyiapkan dokumen Pakta Integritas dan mendukung pelaksanaan survei lapangan.
“Warga masyarakat di lima lokasi sudah siap menghibahkan tanahnya untuk pembangunan PLTS. Harapan kita, survei bisa segera dilakukan agar titik-titik pemasangan listrik dapat segera ditentukan,” ungkap Muchendi.
Sebelumnya, General Manager PT PLN (Persero) UID S2JB Diksi Erfani Umar mengungkapkan bahwa anggaran program Listrik Desa yang bersumber dari APBN telah resmi tersedia dengan sasaran sebanyak 118 titik lokasi di Sumsel.
“Alhamdulillah, anggaran program listrik desa sudah keluar. Dari 118 titik lokasi tersebut, insyaallah sebanyak 98 titik secara teknis sudah dapat langsung dikerjakan dan ditargetkan selesai pada Desember 2026 hingga Maret 2027,” jelas Diksi.
Ia merinci, dari total sasaran tersebut, sebanyak 20 titik masih memerlukan penyesuaian karena berada di kawasan hutan lindung dan menghadapi tantangan akses jalan.
Secara keseluruhan, program tersebut akan menerangi lebih dari 6.045 pelanggan yang tersebar di 14 kabupaten di Sumsel dan sebelumnya belum menikmati aliran listrik.
“Kami sangat membutuhkan informasi dari perangkat desa jika ada titik-titik baru yang belum masuk dalam daftar. Kelancaran proses di lapangan ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh Pemprov Sumsel,” pungkasnya.(YL)














