Kabar Duka, Widodo AS Meninggal Dunia, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut

Pada 26 Juni 1998, Presiden BJ Habibie mengangkat Widodo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL). Ia menjabat hingga Juli 1999, kemudian dipercaya menjadi Wakil Panglima ABRI pada 17 Juli 1999.
Beberapa bulan kemudian, Widodo diangkat menjadi Panglima TNI. Penunjukan tersebut menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah kepemimpinan militer Indonesia.
Widodo AS Menjadi Menko Polhukam pada Era SBY
Setelah menyelesaikan masa tugas sebagai Panglima TNI, Widodo AS melanjutkan pengabdian di pemerintahan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada 21 Oktober 2004.
Widodo menduduki jabatan tersebut hingga 20 Oktober 2009 dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Tanggung jawabnya mencakup koordinasi kebijakan pemerintah di bidang politik, hukum, dan keamanan nasional.
Selama periode itu, ia juga sempat menjalankan tugas sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2007. Menjelang berakhirnya masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu, ia kembali dipercaya menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 1–20 Oktober 2009.
Pengalaman di lingkungan militer dan pemerintahan menjadikan Widodo pernah mengemban tanggung jawab strategis dalam penyelenggaraan negara.
Pernah Menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Pengabdian Widodo AS berlanjut setelah masa jabatannya sebagai Menko Polhukam berakhir.
Pada 25 Januari 2010, ia diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dengan bidang tugas pertahanan dan keamanan. Ia menjalankan tugas tersebut hingga 20 Oktober 2014.
Sebagai anggota Wantimpres, Widodo menjalankan fungsi pemberian nasihat dan pertimbangan kepada presiden sesuai bidang penugasannya.
Sepanjang pengabdiannya, Widodo juga menerima sejumlah tanda kehormatan, termasuk Bintang Mahaputera Adipradana pada 13 Agustus 1999. Ia turut memperoleh penghargaan dari sejumlah negara sahabat, antara lain Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Kepergian Widodo AS menandai berakhirnya perjalanan seorang perwira TNI Angkatan Laut yang pernah memimpin TNI dan mengemban jabatan penting di pemerintahan.
Rencana pemakaman dengan upacara militer di TMP Kalibata menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.(*)




