Kapolres Muara Enim Edukasi Pelajar SMKN 1, Ingatkan Bahaya Bullying hingga Judi Online

MUARA ENIM, SRIWIJAYATERKINI.CO – Pembentukan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menghindari pengaruh negatif pergaulan menjadi bekal penting bagi pelajar dalam mempersiapkan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., saat menjadi Inspektur Upacara di SMK Negeri 1 Muara Enim melalui program Polisi Peduli Pendidikan, yang berlangsung pukul 07.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi kepolisian untuk memberikan edukasi sekaligus mengajak pelajar memahami pentingnya menjaga perilaku, menaati aturan, dan membangun lingkungan sekolah yang aman serta kondusif.
Dalam amanatnya, Hendri menekankan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam membentuk kepribadian. Karena itu, para siswa diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah kedisiplinan berlalu lintas. Pelajar diingatkan agar mematuhi aturan di jalan raya dan tidak terlibat aksi balap liar yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kapolres juga mengingatkan agar siswa menjauhi tawuran, tidak pulang larut malam tanpa alasan yang jelas, serta menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan mereka.
Cegah Bullying dan Bijak Bermedia Sosial
Selain kedisiplinan, pencegahan perundungan atau bullying turut menjadi perhatian dalam penyampaian pesan kepada para siswa SMKN 1 Muara Enim.
Perundungan, baik melalui kekerasan fisik, ucapan yang merendahkan, maupun tindakan di ruang digital atau cyberbullying, dinilai dapat berdampak buruk terhadap kondisi korban dan suasana belajar di sekolah.
Para pelajar diajak membangun pertemanan yang sehat, saling menghormati perbedaan, serta tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan atau intimidasi.








