Kopi Raden Kuning Pagar Alam Jadi Satu-satunya Wakil Kopi Indonesia di Gastronomic Forum Barcelona 2026

“Ketika fasilitas terbatas, jendela kreativitas dan tekad juang kita justru harus terbuka lebar. Biarkan daerah lain menampilkan kemewahan materi. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa juara sejati lahir dari kualitas, kerja keras, dan tetesan keringat, bukan semata-mata dari besarnya rupiah,” ungkapnya.
Ia berharap partisipasi dalam Gastronomic Forum Barcelona 2026 tidak berhenti pada kegiatan promosi semata, tetapi mampu menghasilkan peluang kerja sama yang memberikan dampak ekonomi bagi Pagar Alam.
Sementara itu, Muhammad Azahri mengatakan kesempatan tampil dalam forum internasional tersebut menjadi tanggung jawab besar sekaligus peluang untuk memperkenalkan potensi kopi Pagar Alam kepada konsumen dan pelaku usaha di Eropa.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan RI yang telah memberikan kepercayaan kepada Kopi Raden Kuning, serta Pemerintah Kota Pagar Alam yang mendukung keberangkatan delegasi di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Sebagai satu-satunya wakil komoditas kopi Indonesia di forum ini, tanggung jawab yang kami emban tentu besar. Namun, optimisme kami juga jauh lebih besar. Kami berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Perdagangan RI dan dukungan nyata Bapak Wali Kota Ludi Oliansyah yang tetap memperjuangkan promosi produk unggulan daerah di tengah efisiensi anggaran,” ujar Azahri.
Melalui keikutsertaan tersebut, delegasi berharap Kopi Raden Kuning dapat menarik perhatian calon pembeli, distributor, maupun pelaku industri kopi di Eropa.
Peluang kontrak dagang dan terbukanya akses pasar baru menjadi target yang ingin dijajaki dalam kegiatan tersebut.
Bagi Pagar Alam, kesempatan ini menjadi langkah untuk memperluas nilai ekonomi kopi lokal. Sebab, apabila promosi internasional berlanjut menjadi kerja sama perdagangan, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan hingga ke tingkat petani dan pelaku usaha kopi di daerah.
Kopi Raden Kuning pun membawa harapan besar agar produk unggulan dari lereng Gunung Dempo semakin dikenal, tidak hanya sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, tetapi juga sebagai salah satu produk kopi Indonesia yang mampu menjangkau pasar dunia.(TOM)






