Langkah Besar Gubernur Herman Deru Antarkan Sumsel Miliki Pelabuhan Samudera Tahun 2028
Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menambahkan, proyek ini telah menarik minat konsorsium besar dan berpotensi mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sekitarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, pembangunan Pelabuhan Palembang Baru diharapkan menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik global.
Dukungan juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meski tidak hadir langsung, AHY menyampaikan dukungannya melalui video pernyataan.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dalam rangka penguatan konektivitas, transportasi logistik, dan pengembangan wilayah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
AHY juga diketahui sempat memimpin rapat koordinasi di Palembang pada 10 Februari 2026 guna membahas percepatan proyek strategis tersebut.
Pelabuhan Tanjung Carat dinilai bukan sekadar infrastruktur, melainkan pintu masa depan ekonomi Sumsel. Pelabuhan ini akan menjadi pusat ekspor komoditas unggulan seperti karet, sawit, dan batu bara, sekaligus solusi atas keterbatasan Pelabuhan Boom Baru melalui skema KPBU bersama PT Bukaka Teknik Utama.
Proyek ini mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan infrastruktur yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Saya mengajak kita semua untuk menjaga momentum ini, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta mempercepat realisasi agar proyek ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sumsel,” tutupnya.(YL)


