Lidyawati Cik Ujang: Anak Harus Tumbuh Tanpa Rasa Takut dari Perundungan
Apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut disampaikan Kepala SMKN 2 Palembang, Suparrman.
Ia menjelaskan bahwa SMKN 2 Palembang merupakan sekolah kejuruan tertua di Kota Palembang yang memiliki 2.695 siswa, sembilan program keahlian, serta didukung oleh 250 guru dan tenaga kependidikan.
“Terima kasih atas sosialisasi ini. Edukasi seperti ini sangat penting bagi kami, baik untuk peserta didik maupun tenaga pendidik. Mendidik itu ibarat meluruskan tulang yang bengkok, sehingga membutuhkan strategi tertentu,” ujarnya.
Suparrman juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi para guru dalam mendidik siswa saat ini. Menurutnya, dengan adanya aturan terkait hak asasi manusia (HAM), ruang gerak guru dalam memberikan teguran kepada siswa menjadi lebih terbatas.
“Namun, kami tetap berkomitmen mendidik dan membentuk anak-anak ini menjadi generasi terdepan. Kami menerapkan pola asuh yang lembut, namun pada situasi tertentu juga harus bersikap tegas agar mereka memahami batasan dan tanggung jawab,” jelasnya.
Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber membahas dampak psikologis perundungan, mekanisme pelaporan apabila terjadi kekerasan di lingkungan sekolah, serta peran hukum dalam memberikan perlindungan kepada anak. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme para siswa yang aktif bertanya dan berdiskusi.(YL)


