Menag Nasaruddin Umar Raih TOP GPR Award 2026, Apresiasi Kerja Kolektif ASN Kemenag

Melalui penguatan fungsi kehumasan, Kemenag berupaya membangun komunikasi yang terbuka dan partisipatif. Informasi mengenai kebijakan, program, serta pelayanan diharapkan dapat disampaikan secara cepat dan akurat, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan masukan.
Komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu unsur penting dalam membangun pelayanan pemerintah yang transparan, inklusif, dan dapat dipercaya.
Dalam konteks tersebut, humas tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
GPR Institute selaku penyelenggara menjelaskan bahwa penilaian TOP GPR Figure Award 2026 menggunakan pendekatan berbasis jejak digital untuk melihat reputasi dan aktivitas komunikasi figur di ruang publik.
Sejumlah indikator yang digunakan meliputi Digital Awareness, yang mengukur pencarian dan ulasan mengenai figur; Digital Media Aspect, yang mencakup jumlah pemberitaan digital beserta sentimennya; serta Social Media Aspect, yang menilai jumlah pengikut, aktivitas, dan keterlibatan audiens pada platform Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.
Penilaian figur juga mensyaratkan sedikitnya 90 persen pemberitaan memiliki sentimen netral dan positif. Pengumpulan data dilakukan melalui riset digital untuk memetakan rekam jejak komunikasi serta reputasi figur di ruang publik.
Sementara itu, kategori Special Achievement mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain kebaruan inovasi, kepemimpinan, manfaat bagi masyarakat, serta peluang penerapan dan keberlanjutan inovasi tersebut.
Aspek lainnya mencakup potensi replikasi dan pelembagaan inovasi agar manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang. Dengan demikian, penilaian tidak hanya berorientasi pada popularitas figur atau intensitas pemberitaan, tetapi juga pada bukti inovasi dan dampaknya terhadap pelayanan publik.
Bagi Kementerian Agama, penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas komunikasi dan pelayanan. Penguatan transformasi digital serta kehumasan diharapkan mampu membuat informasi keagamaan dan pendidikan semakin mudah dijangkau, dipahami, dan dimanfaatkan masyarakat.
Ke depan, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kemenag untuk menjaga profesionalisme, meningkatkan keterbukaan informasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(YL)




