Momentum Dua Tokoh Penting Bertemu di Suasana Lebaran, Firdaus Hasbullah: Rekonsiliasi untuk PALI Maju
Ketika pengalaman panjang Heri Amalindo bertemu dengan energi dan visi baru Asgianto, terbuka peluang besar untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat.
Program-program pembangunan yang telah dirintis dapat dilanjutkan dan disempurnakan, sementara inovasi baru bisa tumbuh tanpa harus terhambat oleh sekat masa lalu.
“Lebaran selalu mengajarkan arti kembali ke fitrah. Dalam konteks ini, fitrah itu adalah persatuan,” katanya.
Dan ketika dua tokoh yang pernah berseberangan memilih untuk duduk bersama, tersenyum, dan saling memaafkan, maka sesungguhnya mereka sedang memberikan teladan bagi seluruh masyarakat.
Bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, apalagi dengan membawa beban perpecahan.
Rekonsiliasi ini diharapkan menjadi titik balik. Bukan hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, dengan melibatkan semua elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang politik.
Karena pada akhirnya, PALI yang maju bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan hasil kebersamaan.
Dan mungkin, di hari itu, saat tangan-tangan saling berjabat dan senyum tulus terukir, masyarakat PALI menyadari satu hal penting, bahwa masa depan yang lebih baik selalu dimulai dari keberanian untuk berdamai.(YL)


