Pajak Bukan Sekadar Target, Herman Deru Tegaskan Perannya sebagai Penopang Pembangunan Sumsel
“Kita tidak bicara asumsi, kita bicara data. Mana kendaraan aktif dan mana yang tidak, itu harus jelas dan objektif,” katanya.
Menurut Gubernur, pemanfaatan teknologi digital dalam sistem perpajakan tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak ditopang oleh kualitas data yang benar. Digitalisasi, lanjutnya, harus menjadi alat untuk memperkuat akurasi, bukan sekadar formalitas sistem.
Pada kesempatan yang sama, Herman Deru memberikan motivasi kepada seluruh jajaran Samsat yang ia sebut sebagai “tentara pendapatan daerah”. Ia menilai peran Samsat sangat strategis dalam menjaga kesinambungan APBD Sumsel dan memastikan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel, Achmad Rizwan, melaporkan bahwa kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumsel pada tahun 2025 mencapai 32,43 persen. Realisasi pajak daerah sendiri tercatat sebesar 97,44 persen dari target yang telah ditetapkan.
Tak hanya itu, Pemprov Sumsel juga kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan P2DD Provinsi Terbaik I Wilayah Sumatera Tahun 2025 dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Sumsel dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintahan daerah.
Melalui rapat ini, Herman Deru berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi dan komitmen bersama demi mewujudkan sistem perpajakan daerah yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.


