Partai Golkar Bidik Pemilih Gen Z di Pemilu 2029, Kader Diminta Kuasai Media Sosial dan AI

Dengan pendekatan tersebut, Golkar berupaya menjaga komunikasi dengan basis pemilih yang sudah ada sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal partai dan menyampaikan pandangannya.
Selain menyoroti pentingnya transformasi digital, Sarmuji menempatkan Sulawesi Selatan sebagai wilayah strategis dalam penguatan organisasi Golkar, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Ia menyebut Sulawesi Selatan selama ini menjadi salah satu basis utama dukungan partai. Karena itu, konsolidasi kepengurusan daerah dinilai penting untuk mempertahankan kekuatan organisasi sekaligus memperluas jangkauan politik menjelang kontestasi nasional berikutnya.
“Sulawesi Selatan selama ini adalah basis utama Partai Golkar, khususnya di Indonesia Timur,” kata Sarmuji.
Pelantikan pengurus periode 2025–2030 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur partai di daerah. Selain soliditas organisasi, kemampuan kader beradaptasi dengan perkembangan teknologi dipandang semakin penting dalam menghadapi perubahan perilaku pemilih.
Dalam kesempatan yang sama, Sarmuji juga menginstruksikan jajaran Golkar Sulawesi Selatan untuk mendukung pelaksanaan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia meminta kader memahami arah kebijakan pemerintah agar dapat menjalankan instruksi partai secara tepat. Sarmuji turut menyoroti orientasi pembangunan ekonomi yang, menurutnya, perlu semakin menempatkan masyarakat sebagai bagian aktif dalam pembangunan nasional.
“Beliau sebenarnya sedang menggeser tingkat pembangunan dari yang selama ini bisa dikatakan turun-temurun kapitalis yang banyak dikuasai oleh orang per orang, menggeser menjadi ekonomi konstitusi, rakyat menjadi orientasi dan terus menjadi subjek pembangunan,” ujarnya.
Penguatan organisasi, penyesuaian komunikasi digital, dan dukungan terhadap program pemerintah menjadi bagian dari agenda Golkar dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
Di tengah perubahan cara masyarakat memperoleh informasi, kemampuan partai membangun komunikasi yang relevan dengan generasi muda akan menjadi salah satu tantangan penting dalam persaingan politik mendatang.(*)




