Pertamina EP Prabumulih Raih 6 Penghargaan di ENSIA 2026, Inovasi Lingkungan Jadi Sorotan

Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengoptimalkan proses produksi migas dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Pengelolaan emisi dan efisiensi energi merupakan bagian penting dalam operasional industri hulu migas. Karena itu, inovasi pada peralatan dan proses produksi menjadi salah satu langkah untuk mendukung operasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain mengembangkan inovasi pada fasilitas produksi, PEP Prabumulih Field juga menjalankan program perlindungan keanekaragaman hayati melalui konservasi dan regenerasi pohon angsana (Pterocarpus indicus).
Program yang menggunakan metode SIG-Nature tersebut bertujuan mendukung pelestarian dan regenerasi tanaman angsana yang dalam rilis perusahaan disebut memiliki status terancam berdasarkan daftar merah IUCN.
Program konservasi ini turut mengembangkan metode pembibitan dengan memanfaatkan zat pengatur tumbuh alami. Metode tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan bibit, termasuk pada lahan marginal yang memiliki keterbatasan bagi perkembangan tanaman.
Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelestarian tanaman dan mendukung penghijauan, tetapi juga melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Melalui kegiatan pembibitan dan konservasi, masyarakat diharapkan memperoleh pengetahuan serta keterampilan dalam mengembangkan tanaman dan menerapkan praktik pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, program konservasi tidak hanya memberikan perhatian pada aspek ekologis, tetapi juga membuka peluang peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PEP Prabumulih Field merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, yang berada dalam Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra.
PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja yang dikelola oleh Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE). Ketujuh wilayah tersebut meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah operasionalnya tersebar di Kota Prabumulih dan Palembang serta sembilan kabupaten di Sumatera Selatan, yakni Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, PHR Zona 4 berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Raihan enam penghargaan ENSIA 2026 ini menambah catatan capaian PEP Prabumulih Field dalam pengembangan inovasi operasional dan pengelolaan lingkungan. Melalui berbagai program tersebut, perusahaan terus mendorong pelaksanaan kegiatan hulu migas yang memperhatikan efisiensi produksi, pengurangan dampak lingkungan, serta keterlibatan masyarakat di sekitar wilayah operasi.(YL)




