Polda Sumsel Evaluasi Kinerja Triwulan I, Kapolda Soroti Karhutla, Fatalitas Lalin hingga Integritas Personel
Untuk itu, Polda Sumsel telah melaksanakan lebih dari 4.000 kegiatan mitigasi, termasuk patroli terpadu serta pemanfaatan teknologi seperti drone dan pemantauan udara secara real-time.
Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, Polda Sumsel juga mencatat kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Sebanyak 50 unit Jembatan Merah Putih telah dibangun guna membuka akses masyarakat di wilayah terpencil. Selain itu, program ketahanan pangan berhasil merealisasikan lahan panen seluas 7.647,86 hektare.
Dalam bidang transparansi digital, Kapolda turut menyoroti pemanfaatan platform publikasi oleh jajaran. Polres Musi Banyuasin menjadi satuan paling aktif dalam publikasi digital, sementara jajaran lain diminta meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa evaluasi terbuka merupakan bagian dari kematangan institusi dalam membangun kepercayaan publik.
“Integritas adalah fondasi utama. Keberhasilan tidak boleh ternodai oleh pelanggaran. Kita harus berani mengevaluasi diri agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri,” tegas Kapolda.
Ia juga kembali mengingatkan seluruh personel untuk menjadikan nilai moral sebagai pedoman dalam bertugas.
“Sudahkah Anda berbuat baik hari ini? Jadikan itu sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa transparansi merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Kami tidak ragu mengevaluasi diri secara terbuka. Setiap catatan menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.


