Polisi Gerebek Kampung Bahari, Petugas Dilempari Batu dan Petasan saat Sisir Lokasi Narkoba

JAKARTA, SRIWIJAYATERKINI.CO – Penggerebekan kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba di Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026), berlangsung tegang. Sejumlah orang melakukan perlawanan dengan melempari petugas kepolisian menggunakan batu hingga menembakkan petasan saat aparat menyisir lokasi yang menjadi sasaran operasi.
Meski mendapat serangan, aparat gabungan tetap melanjutkan operasi pemberantasan narkoba dengan memeriksa sejumlah titik yang telah dipetakan sebelumnya.
Penggerebekan tersebut dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dengan melibatkan personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, serta Brimob Polri.
Sebelum bergerak menuju lokasi, seluruh personel terlebih dahulu berkumpul di Stasiun Tanjung Priok untuk mengikuti apel persiapan. Selanjutnya, petugas menggunakan kereta api yang dicarter khusus untuk menuju kawasan Kampung Bahari.
Setibanya di lokasi, polisi langsung melakukan penyisiran mulai dari lapak-lapak di sepanjang jalur rel kereta api hingga sejumlah titik di kawasan permukiman Kampung Muara Bahari.
Namun, operasi tersebut tidak berjalan mulus. Saat petugas melakukan pemeriksaan, sejumlah orang justru melakukan perlawanan dengan melemparkan batu dan menembakkan petasan ke arah aparat.
Situasi tersebut tidak menghentikan langkah polisi. Petugas tetap bergerak melakukan penyisiran berdasarkan pemetaan lokasi yang sebelumnya telah disiapkan dalam operasi tersebut.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mengungkapkan, sejumlah orang yang telah masuk dalam target operasi diduga melarikan diri sebelum aparat tiba di lokasi.
Meski demikian, kepolisian mengaku telah mengantongi data dan mengetahui titik-titik yang menjadi sasaran pengejaran.
“Untuk yang target memang mereka melarikan diri, tetapi kita sudah ada, sudah ada datanya posisi di mana,” kata Dadang saat memberikan keterangan di Tanjung Priok.
Menurut Dadang, terdapat sejumlah orang yang telah teridentifikasi. Ia juga menduga perlawanan yang terjadi di lapangan merupakan bagian dari upaya mengalihkan perhatian petugas agar keluar dari sasaran utama operasi.






