Ratu Dewa Ajak 700 Orang Selamatkan Sungai Musi dari Ancaman Sampah

“Jangan buang sampah sembarangan. Mari kita peduli lingkungan dan menjadikannya sebagai budaya. Mulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian mengajak masyarakat,” ajaknya.
Koordinator Daerah ICCN Sumatera Selatan Muhammad Hafidz Alfuqan mengatakan, keterlibatan sekitar 700 orang dalam aksi tersebut menunjukkan besarnya kepedulian berbagai elemen masyarakat terhadap kondisi Sungai Musi.
Menurut Hafidz, aksi bersih-bersih tidak boleh hanya menjadi kegiatan sesaat. Gerakan tersebut harus dilakukan secara konsisten agar kesadaran menjaga lingkungan terus tumbuh.
“Yang paling penting adalah konsisten. Gerakan ini jangan hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi harus terus dilakukan,” ujar Hafidz.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, komunitas, mahasiswa, pemuda, relawan dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk menjaga sungai.
Hafidz juga mengapresiasi keterlibatan langsung Ratu Dewa dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat dinilai dapat memperkuat pesan bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Aktivis lingkungan asal Jerman, Benedict Wermter, turut turun langsung dalam aksi membersihkan kawasan Sungai Musi.
Benedict menilai Palembang memiliki tantangan sekaligus peluang besar dalam menjaga lingkungan karena Sungai Musi menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan identitas kota.
Ia mendorong agar aksi menjaga sungai tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga dikampanyekan melalui media sosial untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Menurut saya kita harus membuat aksi, bukan cuma membuat aksi, tetapi juga membuat video, membuatnya viral dan membangun kesadaran,” katanya.
Menurut Benedict, semakin banyak masyarakat yang mengetahui persoalan sampah di sungai, semakin besar pula peluang munculnya kesadaran untuk mengubah perilaku.
Aksi bersih Sungai Musi di kawasan 7 Ulu tersebut akhirnya menjadi simbol kolaborasi berbagai elemen untuk menghadapi persoalan sampah.
Dengan melibatkan sekitar 700 orang, Ratu Dewa berharap gerakan menjaga Sungai Musi tidak berhenti setelah sampah diangkut dari bantaran sungai. Lebih jauh, gerakan tersebut diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Sungai Musi merupakan bagian penting dari Palembang. Karena itu, menjaga kebersihannya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai tersebut.(YL)












