Riza Fahlevi Resmi Pimpin PGRI Sumsel, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Guru
“Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan akan mengikuti mekanisme yang berlaku. Namun kami tetap optimistis bahwa kebenaran dan niat baik yang diperjuangkan akan mendapatkan hasil terbaik,” katanya.
Lebih jauh, Teguh menegaskan bahwa perjuangan PGRI tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan guru, tetapi juga menyangkut upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
“Indonesia tidak akan maju tanpa pendidikan yang berkualitas dan pendidik yang berintegritas. Karena itu, PGRI akan terus berupaya mengangkat derajat guru sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota PGRI, masyarakat, dan insan pers untuk terus memberikan dukungan agar organisasi dapat menjalankan perannya secara maksimal dalam membangun dunia pendidikan Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Daerah PGRI Sumsel, Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa tidak ada dualisme dalam tubuh organisasi yang dipimpinnya.
Menurutnya, legalitas kepengurusan dapat diverifikasi melalui dokumen resmi negara sehingga tidak perlu menimbulkan keraguan di kalangan anggota maupun masyarakat.
“Kami memastikan bahwa PGRI yang kami pimpin adalah organisasi yang sah dan taat terhadap aturan hukum yang berlaku,” tegas Wijaya.
Ia menjelaskan bahwa kepengurusan yang baru berkomitmen menjaga harkat, martabat, dan profesionalisme guru.(YL)


