Road to Pelantikan JMSI Sumsel: Media Siber Harus Adaptif dan Bertanggung Jawab di Era AI
Ia menambahkan, mahasiswa komunikasi perlu dibekali literasi digital dan etika agar mampu menggunakan AI sebagai alat bantu riset, verifikasi data, dan produksi konten, tanpa kehilangan nalar kritis jurnalis.
Bagaimana Membedakan Karya Jurnalistik Produk AI?
Menjawab pertanyaan pendengar, Firdaus menjelaskan batas tanggung jawab.
“Jika sudah dipublikasikan oleh media, maka itu bukan lagi produk AI. Tanggung jawabnya melekat sebagai produk media tersebut. Redaksi tetap yang memverifikasi, mengedit, dan mempertanggungjawabkan isinya,” tegasnya.
Baik Firdaus maupun Husni juga berpesan kepada publik agar lebih bijak menggunakan media sosial. Sebab di dalam platform medsos saat ini banyak fitur yang sudah berbasis AI, mulai dari algoritma rekomendasi hingga pembuatan konten otomatis.
Penguatan Ekosistem Pers di Palembang
Kegiatan ini menjadi bagian dari “Road to Pelantikan JMSI Sumsel”. Tujuannya memperkuat ekosistem pers di Palembang, khususnya media siber, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah disrupsi teknologi.
JMSI Sumsel berharap sinergi dengan kampus seperti FISIP Unsri bisa melahirkan jurnalis muda yang melek teknologi, paham etika, dan tetap memegang teguh prinsip jurnalisme: akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Sumsel dijadwalkan berlangsung Selasa, 28 Juli 2026 di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel.(YL)


