Safari Ramadan di Banyuasin, Herman Deru Soroti Infrastruktur hingga ODOL
Askolani pun menyampaikan apresiasi atas dukungan pembangunan yang telah diberikan Pemerintah Provinsi Sumsel.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Herman Deru. Terutama pada 2025, banyak jembatan dan jalan yang sudah dibantu oleh beliau,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru mengatakan Safari Ramadhan memiliki nilai tambah yang tidak didapatkan saat berbuka puasa di rumah.
“Safari Ramadhan ini memiliki nilai tambahan, yaitu silaturahmi yang tidak didapat seperti berbuka puasa di rumah,” ujarnya.
Menurutnya, manfaat lain dari kegiatan tersebut adalah para kepala daerah dapat mengetahui langsung persoalan masyarakat, terlebih di Banyuasin yang memiliki masyarakat heterogen dengan beragam adat dan budaya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mengelola pembangunan. Herman Deru mengibaratkan kepala daerah lebih dari seorang ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan wilayah.
“Kepala daerah itu lebih dari ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan wilayah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dengan Pemprov,” katanya.
Selain itu, Herman Deru memberikan apresiasi atas capaian Banyuasin di bidang pertanian. Ia menilai meraih predikat produktivitas pangan tertinggi se-Indonesia bukan perkara mudah, apalagi mempertahankannya.
“Meraihnya sulit dan mempertahankannya juga lebih sulit. Predikat ini tidak boleh bergeser, terutama perhatian kepada petani yang ada di Sumsel,” tegasnya.
Selain pertanian, Gubernur juga menyoroti persoalan infrastruktur yang menjadi tantangan di daerah. Ia menyebut salah satu pemicu utama kerusakan jalan adalah kendaraan over dimension dan over load (ODOL).


