Sindikat Penjual iPhone Inter Suntik IMEI WNA Dibongkar Siber Polda Sumsel, Dijual di PS Mall Palembang
Dari temuan itulah petugas kemudian melakukan pengembangan dan mendapatkan informasi pelaku utama Ahmad Rifai yang berperan melakukan aktivasi IMEI dengan data paspor WNA.
”Pelaku mendapatkan data paspor itu dari turis yang ada di Bali. Kita kemudian melakukan pengembangan yang memiliki peran sama. Sekali suntik IMEI itu dihargai Rp250 ribu namun hanya bertahan tiga bulan saja,” beber Listiyono.
Mantan Kapolres Muba ini mengungkap, jika tersangka melakukan aktivasi IMEI turis melalui Website MyRetail.Indosatooredo.com 3ID Travel-On For WNA Activation dari provider Three.
“Kemudian melakukan manipulasi data seolah-olah data yang otentik dengan menggunakan paspor WNA tanpa seizin pemilik paspor WNA tersebut dan barcode IMEI turis yang sudah editan,” ungkapnya.
Petugas juga mengamankan barang bukti dari tersangka Ahmad Rifai berupa dua Akun Website Myretail 3ID Travel-On For WNA Activation atas nama Bagas Adityasmara dan Ni Wayan Budhiartini.
Lalu dua Akun Website Myretail atas jaman I Made Mustika dan Ni Ketut Mirawati. Selain itu, Handphone Samsung S24 warna hitam, dan Vivo Y29 yang keduanya menyimpan data pasport WNA dan Barcode IMEI HP luar negeri.
Kemudian, Handphone Samsung Galaxy A16 5G warna Biru Dongker dengan IMEI ganda. Dan 4 akun gmail, sejumlah foto paspor WNA, dan foto barcode IMEI turis.
Dari tersangka Rudi, petugas mengamankan satu unit iPhone 17 Pro Max 512GB warna Cosmik Orange. IPhone 12 64GB warna White, satu unit Handphone iPhone 13 128GB warna Blue, satu unit iPhone 13 128GB warna Migh Night.


