Syafitri Irwan Lantik Dedi Alamsyah sebagai Kakankemenag Muba, Tekankan Kolaborasi dan Kearifan Lokal
SRIWIJAYATERKINI.CO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Dedi Alamsyah...
SRIWIJAYATERKINI.CO – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan, Syafitri Irwan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Dedi Alamsyah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (04/02/2026) pagi.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara pelantikan. Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat struktural Kanwil Kemenag Sumsel, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Syafitri Irwan menegaskan bahwa promosi jabatan bukan sekadar peningkatan posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus diiringi dengan semangat belajar yang berkelanjutan. Menurutnya, semakin tinggi jabatan yang diemban, maka tantangan dan tanggung jawab yang dihadapi juga akan semakin kompleks.
“Selamat kepada saudara Dedi Alamsyah. Jabatan ini adalah amanah yang menuntut saudara untuk terus belajar. Jangan pernah merasa cepat puas, karena dinamika di lapangan membutuhkan wawasan yang luas dan ketangkasan dalam mengambil keputusan. Tanggung jawab sebagai Kakankemenag jauh lebih besar daripada jabatan yang saudara emban selama ini sebagai Kasi Bimas Islam di Kemenag Muara Enim,” tegas Syafitri.
Lebih lanjut, Kakanwil Kemenag Sumsel memberikan arahan strategis terkait peran Kementerian Agama di Kabupaten Musi Banyuasin. Ia meminta pejabat yang baru dilantik agar segera membangun komunikasi dan koordinasi yang solid dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Menurut Syafitri, keberhasilan pelaksanaan program Kemenag di daerah sangat ditentukan oleh kekuatan kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait dinilai menjadi kunci agar pelayanan keagamaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


