Partai Golkar Bidik Pemilih Gen Z di Pemilu 2029, Kader Diminta Kuasai Media Sosial dan AI

MAKASSAR, SRIWIJAYATERKINI.CO – Partai Golkar mulai menyiapkan strategi komunikasi politik yang lebih dekat dengan generasi Z (Gen Z) menjelang Pemilu 2029. Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu fokus partai berlambang pohon beringin tersebut untuk menjangkau pemilih muda yang semakin akrab dengan media sosial dan kecerdasan buatan (AI).
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan, perubahan pola masyarakat dalam mencari dan menerima informasi harus direspons dengan strategi komunikasi yang sesuai perkembangan zaman. Kader partai, khususnya di daerah, didorong untuk lebih memahami dinamika ruang digital.
Arahan tersebut disampaikan Sarmuji seusai melantik 197 pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2025–2030 di Four Points by Sheraton, Makassar, Minggu (25/10/2026). Ia hadir mewakili Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang berhalangan hadir.
Menurut Sarmuji, Gen Z memiliki karakteristik berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh bersama internet sehingga menjadikan platform digital sebagai salah satu rujukan utama untuk mencari informasi, menyelesaikan persoalan, hingga membentuk pandangan terhadap berbagai isu.
“Kami sudah instruksikan kepada Golkar Sulawesi Selatan untuk lebih aware, lebih peduli kepada ekosistem digital. Gen Z adalah generasi pertama yang native digital,” ujar Sarmuji.
Ia menjelaskan, kebiasaan generasi muda dalam mengakses informasi telah mengalami perubahan signifikan. Media sosial dan teknologi AI kini semakin banyak digunakan, termasuk untuk menunjang aktivitas pendidikan maupun mencari jawaban atas persoalan sehari-hari.
“Kalau untuk tugas-tugas kuliah atau sekolah, sekarang mereka langsung cari di dunia digital, termasuk persoalan hidupnya, kadang-kadang tanyanya itu ke AI atau melalui platform-platform media sosial yang lain,” katanya.
Bagi Golkar, perubahan perilaku pemilih tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas jangkauan komunikasi politik. Penguasaan platform digital diharapkan dapat membantu kader menyampaikan gagasan, mengenalkan program partai, serta memahami aspirasi masyarakat, terutama kelompok pemilih muda.
Langkah tersebut juga berkaitan dengan target peningkatan perolehan kursi legislatif di tingkat pusat maupun daerah pada Pemilu 2029.
Sarmuji berharap kepengurusan baru Golkar Sulawesi Selatan mampu menerjemahkan arahan partai melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan masyarakat. Ia menilai keberagaman latar belakang pengurus menjadi modal untuk menjangkau kelompok sosial yang memiliki kebutuhan dan aspirasi berbeda.
“Dengan banyaknya pengurus yang latar belakangnya berbeda-beda, kami optimistis seluruh kelompok sosial bisa kami wadahi dan aspirasinya bisa kami tangkap melalui jembatan pengurus-pengurus yang ada,” ujarnya.




