Resmi Dikukuhkan Gubernur Sumsel, DPP Kerukunan Keluarga Palembang Siap Wujudkan KKP Maju 2024–2029
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Palembang (DPP KKP) masa bhakti 2024–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Griya Agung, Palembang, Sabtu (13/12/2025).
Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penegasan peran KKP sebagai wadah pemersatu masyarakat Palembang.
Dalam pelantikan tersebut, Kgs. H. Abdul Rozak, M.Sc secara resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum DPP KKP. Ia didampingi oleh Mgs. H. Syaiful Padli, ST., MM sebagai Sekretaris Umum, serta Kms. H. Achmad Idham, SE sebagai Bendahara Umum, bersama seluruh jajaran pengurus pusat lainnya yang siap menjalankan program kerja lima tahun ke depan.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan Pengurus Pusat KKP. Ia berharap KKP dapat terus memainkan peran strategis sebagai organisasi yang mempersatukan masyarakat Palembang lintas generasi dan latar belakang, sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor.
“Kerukunan adalah modal sosial yang sangat penting. KKP memiliki posisi strategis untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mendorong kontribusi nyata masyarakat Palembang dalam pembangunan Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KKP Kgs. H. Abdul Rozak, M.Sc menegaskan bahwa kepengurusan periode 2024–2029 mengusung semangat regenerasi. Menurutnya, organisasi harus memberi ruang luas bagi generasi muda agar KKP tetap relevan dan berkelanjutan.
“Kami yang tua-tua ini mengarahkan. Hasil dari semua ini adalah untuk anak-anak muda. Mudah-mudahan era baru ini membuat KKP semakin kuat dan maju. Pokoknya KKP Maju, Palembang Alquran,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ia menjelaskan bahwa KKP mengusung empat pilar utama sebagai landasan program kerja organisasi, yakni ekonomi, sosial, budaya, dan keagamaan. Keempat pilar tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjawab tantangan masyarakat Palembang di era modern tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai luhur.


