Baliho PGRI Tuai Sorotan, Bagindo Togar: Guru Jangan Berpolitik Gaya Partai
Ia menyoroti surat bernomor 184/UM/SUS/XXIII/2026 yang berisi instruksi kepada seluruh Ketua PGRI kabupaten/kota di Sumatera Selatan untuk membuat dan memasang baliho dengan desain yang telah ditentukan.
“Publik sekarang sudah cerdas. Ada apa sebenarnya di balik pemasangan baliho ini? Persoalan di tubuh PGRI sendiri sampai hari ini juga belum selesai,” katanya.
Bagindo menilai konflik di internal PGRI semestinya tidak perlu dipertontonkan ke ruang publik.
Menurutnya, sebagai organisasi profesi guru, PGRI seharusnya mengedepankan dialog, saling mengayomi, serta memberikan teladan, bukan menampilkan manuver yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif.
“Ini organisasi guru, bukan partai politik. Seharusnya mereka saling mengayomi, saling mendidik, dan memberi contoh yang baik. Guru itu digugu dan ditiru. Apa yang mau ditiru kalau yang ditampilkan justru aksi-aksi seperti ini? Surat yang meminta pembuatan dan pemasangan baliho itu menunjukkan persoalan internal mereka belum benar-benar selesai,” tegasnya.(DHO)


