CEO Networking 2026: BEI dan OJK Dorong Perusahaan Lebih Terbuka kepada Investor

Hal senada disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi.
Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya memperluas penerapan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk memastikan transparansi dan integritas menjadi bagian dari praktik bisnis sehari-hari.
Menurutnya, keterbukaan informasi memiliki peran strategis dalam memperkuat pertanggungjawaban perusahaan sekaligus meningkatkan keyakinan investor terhadap pasar modal.
“Transparansi merupakan instrumen penting untuk membangun kepercayaan investor, memperkuat akuntabilitas perusahaan, serta mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Hasan.
Investor Perhatikan Keterbukaan Informasi dan Fundamental Perusahaan
CEO Networking 2026 juga menghadirkan diskusi panel yang membahas hubungan antara tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko, dan kepercayaan investor.
Panel pertama menghadirkan Director Risk Management PT Danantara Aset Management Muhammad Gumilang, Direktur Kepatuhan, Corporate Affairs, dan Legal PT Bank CIMB Niaga Tbk Fransiska Oei, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT ANTAM (Persero) Tbk Arini Kasmira.
Ketiganya membahas bagaimana penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan pengelolaan risiko dapat memperkuat ketahanan bisnis serta menciptakan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
Sementara itu, diskusi panel kedua menghadirkan CEO & President Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa, Board Member CITIC Securities (HK) Ltd. Dickson Chan, serta Managing Director dan Head of ECM Asia Pacific Macquarie Jack Yee.
Dalam pembahasan tersebut, perspektif investor menjadi perhatian utama, terutama terkait kualitas keterbukaan informasi, konsistensi komunikasi perusahaan, dan kekuatan fundamental bisnis.
Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting yang dipertimbangkan investor dalam menilai prospek perusahaan dan menentukan keputusan investasi.
Selain diskusi panel, CEO Networking 2026 menghadirkan Insight Session bersama Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja.
Sesi ini membahas pentingnya tata kelola dan pengawasan, transformasi digital, serta budaya kepemimpinan yang berlandaskan integritas dalam membangun kepercayaan dan loyalitas nasabah.
Melalui forum CEO Networking 2026, BEI, KPEI, KSEI, dan OJK berharap perusahaan tercatat semakin memahami pentingnya transparansi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis.
Penguatan keterbukaan informasi, integritas, dan tata kelola perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat daya saing perusahaan, serta menjadikan pasar modal Indonesia semakin kredibel dan berkelanjutan.(YL)







