CEO Networking 2026: BEI dan OJK Dorong Perusahaan Lebih Terbuka kepada Investor

JAKARTA, SRIWIJAYATERKINI.CO – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia untuk semakin terbuka kepada investor. Transparansi informasi dan tata kelola perusahaan dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan pasar modal nasional.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan CEO Networking 2026 yang mempertemukan sekitar 400 pimpinan perusahaan dan pemangku kepentingan pasar modal di Raffles Hotel Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan OJK, mengangkat tema “Transforming Challenges into Value: Driving Growth and Increasing Trust through Transparency”.
Forum CEO Networking 2026 menjadi momentum bagi para pemimpin perusahaan untuk memperkuat komitmen terhadap keterbukaan informasi, meningkatkan kualitas tata kelola, serta membangun hubungan yang lebih kredibel dengan investor.
Di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan lanskap investasi, transparansi tidak lagi sekadar dipandang sebagai kewajiban perusahaan dalam menyampaikan laporan dan informasi kepada publik.
Lebih dari itu, keterbukaan informasi menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menunjukkan kondisi perusahaan secara akuntabel, menjaga reputasi, dan memberikan keyakinan kepada investor dalam mengambil keputusan investasi.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, setiap perubahan dan tantangan dalam dunia usaha harus mampu diubah menjadi peluang yang memberikan nilai tambah.
Menurutnya, perusahaan perlu mengambil langkah nyata agar pengalaman menghadapi berbagai tantangan dapat menghasilkan manfaat bagi dunia usaha maupun perekonomian nasional.
“Setiap tantangan membawa pelajaran, dan setiap perubahan menghadirkan peluang untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik. Hal terpenting adalah bagaimana kita menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi langkah nyata yang menciptakan manfaat serta memberi nilai tambah bagi perusahaan, pasar modal, dan kemajuan nasional,” ujar Jeffrey Hendrik.
Ia berharap CEO Networking 2026 dapat memberikan perspektif baru bagi para pimpinan perusahaan, memperkuat kolaborasi, serta mendorong terciptanya kemajuan pasar modal Indonesia.
OJK Tekankan Transparansi untuk Menjaga Kepercayaan Investor
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, penguatan pasar modal Indonesia membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Friderica, kepercayaan investor harus dijaga melalui reformasi yang konsisten, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola, serta kepemimpinan yang menjunjung tinggi integritas.
Ia menilai, keterbukaan dan integritas perusahaan merupakan investasi jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi pasar modal Indonesia.
“Transparansi dan integritas bukanlah beban, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kepercayaan dan mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia yang berkelanjutan,” tegas Friderica.
OJK juga mendorong agar perusahaan tercatat semakin memperhatikan kualitas tata kelola dan akuntabilitas dalam menjalankan kegiatan bisnis.







