Dampingi Menko Polkam, Danrem 044/Gapo Tinjau Penanganan Karhutla di Palembang

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan menjadi perhatian pemerintah pusat. Danrem 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman meninjau kesiapan penanganan karhutla di Kota Palembang, Kamis (15/10/2026).
Peninjauan tersebut menyasar Posko Penanganan Karhutla di kawasan Sematangborang dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan personel, dukungan sarana dan prasarana, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung operasi pemadaman kebakaran.
Kunjungan kerja Menko Polkam bersama Danrem 044/Gapo tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.
Saat meninjau Posko Penanganan Karhutla Sematangborang, Dudung Abdurachman bersama rombongan melihat kondisi operasional di lapangan, termasuk kesiapan petugas dan koordinasi antarinstansi dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
Kesiapan personel dan peralatan menjadi aspek penting untuk mendukung respons cepat terhadap titik api. Selain pemadaman, pemantauan wilayah terdampak dan upaya pendinginan juga diperlukan guna mengantisipasi munculnya kembali api.
Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya. Koordinasi yang baik diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat.
Selain meninjau posko, rombongan Menko Polkam mengunjungi Lapas Kelas I Palembang untuk melihat kondisi di sekitar lingkungan lapas yang berpotensi terdampak kebakaran dan paparan asap.
Asap karhutla menjadi perhatian karena dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, serta memengaruhi aktivitas petugas dan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Dudung Abdurachman juga menyaksikan demonstrasi penggunaan teknologi pemadam kebakaran Realiza Anti Chamas asal Brasil. Teknologi ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Menko Polkam menyampaikan bahwa teknologi tersebut merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Pemanfaatannya diharapkan dapat membantu mengoptimalkan proses pemadaman, mempercepat penanganan kebakaran, serta mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.
Kehadiran teknologi pemadaman menjadi salah satu aspek pendukung dalam penanganan karhutla. Namun, efektivitas penanganan tetap membutuhkan kesiapan personel, peralatan yang memadai, pemantauan berkelanjutan, dan koordinasi antarlembaga.






