Danrem 044/Gapo Bahas Strategi Penanganan Karhutla Bersama Pangkogabwilhan I

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan menjadi perhatian dalam pertemuan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P.
Pertemuan tersebut berlangsung di Makorem 044/Gapo, Palembang, Kamis (24/9/2026), saat Pangkogabwilhan I melakukan kunjungan kerja ke wilayah Sumatera Selatan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari koordinasi terkait kesiapan jajaran TNI dalam menghadapi potensi Karhutla. Selain memantau kondisi di wilayah, agenda tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran.
Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi Karhutla terus ditingkatkan melalui berbagai langkah di lapangan.
Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari patroli di kawasan rawan kebakaran, pemantauan titik api, pengecekan kondisi lapangan, hingga menyiapkan personel untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
“Karhutla merupakan persoalan yang harus kita hadapi secara bersama-sama. Korem 044/Gapo terus mengoptimalkan kesiapsiagaan personel dan sarana yang ada, baik dalam pemantauan, pencegahan maupun penanganan di lapangan,” ujar Khabib.
Menurutnya, kecepatan memperoleh informasi menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Setiap informasi mengenai kemunculan titik api perlu segera ditindaklanjuti dengan pengecekan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
“Yang paling penting adalah bagaimana api dapat segera ditangani sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Selain mengandalkan respons ketika kebakaran terjadi, Danrem 044/Gapo juga menekankan pentingnya langkah pencegahan. Patroli dan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan untuk mencegah praktik pembukaan atau pengelolaan lahan dengan cara membakar.
“Kecepatan informasi dan respons di lapangan menjadi sangat penting. Setiap laporan adanya titik api harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan dan langkah penanganan,” ujar Khabib.
Ia menambahkan, upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui edukasi agar masyarakat memahami risiko pembakaran lahan serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.
Sementara itu, Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo memberikan perhatian terhadap kesiapan jajaran kewilayahan dalam menghadapi ancaman Karhutla di Sumatera Selatan.
Kunjungan ke Makorem 044/Gapo tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara unsur terkait. Penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi, khususnya ketika ditemukan titik api di kawasan yang berpotensi mengalami perluasan kebakaran.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan penanganan Karhutla secara terpadu, mulai dari deteksi dini, pencegahan, pemadaman hingga proses pendinginan di lokasi kejadian.
Dengan kesiapsiagaan yang terus diperkuat, jajaran Korem 044/Gapo diharapkan mampu merespons potensi Karhutla secara cepat sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan dan mengurangi dampak asap Karhutla terhadap masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.(YL)








