Gerak Cepat Pemkot Palembang, OPD Dikerahkan Tangani Banjir dan Macet Secara Terintegrasi
Damkar juga menyiapkan mobil pompa serta mesin portable untuk membantu mengurangi genangan air di sejumlah titik.
Tidak hanya itu, petugas Damkar juga akan melakukan evakuasi hewan berbahaya seperti ular dan biawak yang kerap muncul ke permukiman saat banjir, sekaligus merespons laporan masyarakat melalui layanan Call Center 112.
Di sisi lain, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi banjir.
Informasi titik genangan, kondisi cuaca, hingga perkembangan penanganan banjir akan disampaikan secara berkala melalui kanal media sosial resmi pemerintah.
Satpol PP turut dilibatkan dalam pengamanan fasilitas umum, pemantauan titik banjir, hingga membantu pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak demi memastikan keselamatan warga tetap terjaga.
Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) fokus melakukan pemetaan titik rawan banjir akibat sampah, penyediaan sarana prasarana kebersihan, serta penempatan tong sampah dan bak penampungan di lokasi strategis.
Untuk penanganan sosial, Dinas Sosial mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang disiagakan selama 24 jam di wilayah rawan banjir.
Mereka bertugas melaporkan potensi bahaya, membantu evakuasi warga, serta mendistribusikan bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.
Melalui pembentukan tim terpadu ini, Pemerintah Kota Palembang berharap penanganan banjir dan kemacetan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan terintegrasi, sehingga dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalisir.(YL)


