Hadiri Pelepasan Pelajar Al Falahiyah, Firdaus Hasbullah Bakal Perjuangkan Fasilitas Pendidikan
Sementara itu, Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren, Ustadz Muhammad Maryadi, menceritakan kilas balik perjuangan lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Pesantren ini mulai dirintis sejak tahun 2006, saat wilayah tersebut masih menginduk ke Kabupaten Muara Enim sebelum pemekaran Kabupaten PALI, dan resmi mendapatkan izin operasional pada tahun 2016.
Di atas lahan berukuran 30 x 60 meter, pesantren ini kini mendidik kurang lebih 160 santri yang tersebar di tiga jenjang pendidikan: SDIT, MTs, dan Aliyah. Kendati terus berkembang, kondisi infrastruktur bangunan saat ini dinilai sudah memerlukan peremajaan total.
”Bangunan yang ada saat ini merupakan peninggalan bantuan dari zaman Pak Kalamudin (mantan Bupati Muara Enim, red) dan Pak Heri Amalindo (Mantan Bupati PALI, red). Melihat usia bangunan yang sudah lama, kondisinya memang sudah seharusnya direhab. Tadi kami sudah konsultasi dengan Pak Firdaus agar bangunan ini ditingkatkan menjadi dua lantai dengan memperkokoh tiang dan melakukan sistem dak. Alhamdulillah, beliau setuju,” jelas ustadz Maryadi.
Selain persoalan ruang kelas, Ustadz Maryadi membeberkan tantangan terbesar yang dihadapi ratusan santrinya setiap hari, yakni krisis air bersih. Karena geografis pesantren berada di dataran tinggi, sumber air tanah sangat sulit didapat kecuali dengan pengeboran yang sangat dalam.
”Tantangan paling berat di sini adalah air. Solusi sementaranya harus disuplai menggunakan mobil tangki. Oleh karena itu, kami sangat berharap pemerintah daerah bisa membantu pengadaan armada mobil tangki air untuk pondok,” Harapnya.
Menurut Maryadi, bantuan mobil tangki tersebut tidak hanya akan bermanfaat bagi santri, tetapi juga memiliki fungsi sosial kemasyarakatan yang luas.
“Kalau pondok punya mobil tangki sendiri, saat kemarau panjang masyarakat sekitar bisa meminjamnya. Bahkan, jika terjadi musibah kebakaran di pemukiman warga, pihak pesantren bisa bergerak cepat membantu memadamkan api. Ini untuk kemaslahatan bersama,” pungkasnya.


