Hadiri Pelepasan Pelajar Al Falahiyah, Firdaus Hasbullah Bakal Perjuangkan Fasilitas Pendidikan
”DPRD Kabupaten PALI berkomitmen untuk terus mengawal anggaran pendidikan agar sarana prasarana sekolah swasta seperti Al Falahiyah mendapat perhatian yang adil. Karena sekolah swasta dan madrasah adalah mitra pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Kita perjuangkan pada APBD tahun depan, bisa menganggarkan itu secara terstruktur. Sehingga apa yang menjadi harapan Bapak Bupati dan Wakil Bupati dapat berjalan dengan baik, termasuk untuk program beasiswa,” lanjutnya.
Tidak hanya memberikan janji regulasi jangka panjang, Firdaus juga merealisasikan komitmen instannya melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD akan memperjuangkan pembangunan fasilitas fisik di pondok pesantren ini.
”Karena ini masuk dalam daerah pemilihan (Dapil) saya, saya akan mencoba menganggarkan di Pokir saya untuk membagi pembangunan di pesantren ini. Paling tidak, kita perjuangkan satu hingga dua lokal Ruang Kelas Baru (RKB) sebagai fasilitas belajar anak-anak kita,” janji Firdaus disambut tepuk tangan para wali murid.
Sementara itu, Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren, Ustadz Muhammad Maryadi, menceritakan kilas balik perjuangan lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Pesantren ini mulai dirintis sejak tahun 2006, saat wilayah tersebut masih menginduk ke Kabupaten Muara Enim sebelum pemekaran Kabupaten PALI, dan resmi mendapatkan izin operasional pada tahun 2016.
Di atas lahan berukuran 30 x 60 meter, pesantren ini kini mendidik kurang lebih 160 santri yang tersebar di tiga jenjang pendidikan: SDIT, MTs, dan Aliyah. Kendati terus berkembang, kondisi infrastruktur bangunan saat ini dinilai sudah memerlukan peremajaan total.


